Gotong Royong Stunting, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Maluku Turun ke Desa-Desa Lakukan Pembinaan

  • Whatsapp
Benhur G Watubun
Benhur G Watubun, Anggota DPRD Maluku

Ambon, MalukuPost.com – Sudah umum diketahui bila tanggung jawab penurunan angka prevalensi stunting memerlukan keterlibatan aktif multi sektor dalam kegiatannya.

Konvergensi adalah pendekatan yang dijadikan pegangan dalam penyelenggaraan program dari pusat hingga desa. Elemen-elemen yang berada di dalamnya saling mendukung satu sama lain sehingga target-target nasional dan daerah, dapat lebih efektif tercapai.

Bacaan Lainnya

Seperti halnya akan dilakukan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DPRD Provinsi Maluku, dalam penanganan stunting.

Menindaklanjuti instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP nomor 3492 tanggal tanggal 11 november, fraksi PDIP akan melakukan pembinaan bagi desa-desa berstatus stunting.

“Sebagai partai pemerintah, kita harus berkewajiban untuk mendukung pemerintah dalam skala kebijakan nasional maupun kebijakan di daerah,”ujar Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Maluku, Benhur Watubun, jumat (19/11/2021).

Dikatakan, berdasarkan hasil rapat 18 november (kemarin), telah diputuskan setiap anggota fraksi bertugas untuk membina masing-masing tiga desa di tiga kecamatan berbeda.

“Sebelum terjun kelapangan 21 November, Samson Atapary selaku anggota frkasi yang juga menjabat ketua Komisi IV, akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Badan pemberdayaan masyarakat dan Pemerintah Desa Maluku, guna memperoleh data utuh,”tuturnya.

Koordinasi tersebut, kata Benhur agar dalam pembinaannya tidak tumpah tindih dengan program pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Misalnya pempus atau pemprov Maluku mempunyai desa binaan di Batu Merah, maka anggota Fraksi tidak boleh lagi ke desa tersebut, tetapi memilih desa yang lain.

Hasil pembinaan desa stunting, kata Benhur akan dilaporkan sebagai bukti pertanggungjawaban ke DPP 25 November.

Dirinya berharap melalui kegiatan ini berdampak baik terhadap penurunan angka stunting di Maluku.

“Stunting ini hal penting, bagaimana kita mencerdaskan kehidupan bangsa, yang tentu kita mulai bayi, kita mesti memastikan bahwa mereka harus diberikan asi dan tidak boleh diberi susu lain,”pungkasnya.

Pos terkait