Insiden KM Tidar, DPRD Maluku Ingatkan Soal Rambu Lalu Lintas Laut

  • Whatsapp
Ketua DPRD Maluku, Lucky Wattimury
Ketua DPRD Maluku, Lucky Wattimury

Ambon, MalukuPost.com – Kandasnya KM Tidar diseputaran perairan pelabuhan Namlea mendapat perhatian serius dari DPRD Maluku.

Peristiwa yang terjadi pada senin 26 Juli kemarin, salah satunya disebabkan karena tidak adanya rambu lalu lintas laut, menindaklanjuti pernyataan kapten kapal.

Bacaan Lainnya

“Kita sama tahu betul Maluku merupakan daerah kepulauan, dan di berbagai tempat tertentu terjadi kedangkalan air seperti di buru. itu berarti tanpa dibilangpun instansi terkait sudah harus memperhatikan rambu-rambu lalu lintas laut dalam mendukung pelayaran,”tutur Wattimury kepada wartawan di kantor DPRD Provinsi Maluku, kamis (29/07/2021).

Guna membahas hal tersebut, dirinya akan mengundang Dinas Perhubungan Maluku dan instansi terkait, untuk mencari jalan keluar, sehingga kedepan tidak lagi peristiwa serupa, karena sangat berdampak terhadap pelayanan kepada masyarakat yang menggunakan jasa transportasi laut.

BACA JUGA : Ini Penyebab Kasus Dugaan Gratifikasi Istri Bupati Malra Ditutup

BACA JUGA : Cegah Penyebaran Covid-19, Ini Langkah Strategis Pemerintah Ohoi Langgur

“Rapat bersama Dinas Perhubungan dan mitra terkait direncanakan usai pembahasan laporan pertanggungjawaban Gubernur terhadap pelaksanaan APBD tahun 2020,”ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, setelah dua hari kandas di perairan pelabuhan Namlea, KM Tidar akhirnya kembali mengapung, setelah dilakukan beberapa kali percobaan olah gerak.

“Sekitar rabu pukul 04:00 WIT Rabu, KM Tidar lolos dari lokasi kandas setelah mencoba olah gerak mandiri sejak pukul 03:30 WIT,”ungkap Paur Humas Polres Buru, Aipda M.Y.S Jamaludin, dikonfirmasi, rabu (28/07/2021).

Dikatakan, setelah lepas dari lokasi kandas, KM Tidar kemudian berlabuh di seputaran Teluk, atau sekitar 400 meter dari dermaga Pelabuhan Namlea.

“Rencananya siang ini KM. Tidar akan kembali merapat ke dermaga Pelabuhan Namlea untuk lakukan pengecekan apakah ada kerusakan atau tidak,”ucapnya.

Menurut Jamaludin, jika dari hasil pengecekan tidak ada kerusakan, maka KM Tidar melanjutkan pelayaran menuju Ambon.

 

Pos terkait