Tak Masuk Data Base PPPK, Ratusan TKS RSUD Haulussy Ngadu Ke DPRD Maluku

Ambon, MalukuPost.com –┬áRatusan Tenaga Kerja Sukarela (TKS) RSUD dr. M. Haulussy mendatangi kantor DPRD Maluku, untuk menyuarakan aspirasi, karena tidak masuk dalam calon Seleksi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

TKS di RS berplat merah yang datang ke rumah rakyat, karang panjang, Ambon, selasa (18/10/2022), membawa kain putih bertuliskan petisi dukungan PPPK disertai nama dan tandatangan dari 133 TKS.

Bacaan Lainnya

Ratusan TKS diterima Komisi IV DPRD Maluku, dilanjutkan rapat bersama dipimpim Ketua Komisi Samson Atapary.

Dalam pertemuan tersebut, salah satu TKS RSUD Haulussy, Yokaba Behuku meminta bantuan DPRD Maluku agar seluruh TKS yang belum terdaftar, bisa diikutsertakan dalam seleksi PPPK.

“Dari informasi yang kemarin kami menerima langsung dari bagian PPPK, TKS tidak bisa melanjutkan lagi PPPK. Padahal selakan ini Kita bekerja walaupun gaji tidak seberapa tapi kami selalu bersyukur. Tetapi satu yang kami minta RSUD bisa melihat masa depan kami, karena itu kami untuk apa yang menjadi perjuangkan kami bisa diterima,”tuturnya.

Behuku yang telah bekerja selama 9 tahun di bagian Forensik kamar jenazah ini berharap apa yang menjadi aspirasi ratusan TKS dapat diterima DPRD Maluku, untuk diperjuangkan secara bersama-sama.

“Kami sangat mengharapkan selama ini, apa yang menjadi impian dalam hati kami pasti diangkat sebagai PNS, begitu juga PPPK, karena kami bukan bekerja 1-2 tahun tapi sudah 5 tahun bahkan belasan tahun,”tandasnya.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi IV, Andi Munaswir berjanji akan menindaklanjuti aspirasi dari TKS.

“Kami sudah Terima tuntutan atau keluhan aspirasi. Insya Allah bapak ibu percayakan kepada kami, kita akan selesaikan sampai tuntas,”tegasnya.

Menurutnya, ratusan TKS memiliki jasa besar dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Sudah sepatutnya Direktur Utama (Dirut) Nazarudin memberikan perhatian serius terhadap hal ini, bukan terkesan lepas tangan. Hal ini menunjukkan kepribadian Dirut yang tidak responsif, melainkan lepas tangan, hanya memikirkan perut sendiri.

“Pimpinan RSUD Haulussy hanya memikirkan perut sendiri. Terlalu lama berlarut-larut berputar-putar. Jadi bapak ibu punya pimpinan tidak responsif, komunikatif. Kalau responsi bapak/ibu tidak sampai disini. Ini menunjukan lagi bapak ibu punya pimpinan tidak becus,”cetusnya.

Bahkan menurut Wakil rakyat dari pamahanunusa itu, komisi telah melakukan pemanggilan sebanyak dua untuk membahas berbagai persoalan di RSUD Haulussy, namun tidak direspon oleh Dirut.

“Pembahasan penyelenggaraan pemerintahan ini kita punya tugas kontrol, mengawasi, jadi kalau mau bekerja semau-maunya bukan disini, ini pemerintahan, kalau mau semau-maunya bikin perusahaan sendiri lalu atur uang dan lain sendiri tidak ada yang campur-campur. Ini urusan penyelenggaraan pemerintahan, apalagi bidang kesehatan prioritas. Jadi sebenarnya mau mengabdi di Maluku untuk memperbaiki manajemen RS atau datang untuk memperbaiki pangkat PNS nya,”singgung Munaswir.

Sebagai tindaklanjut penyelesaian persoalan TKS, pihaknya telah agendakan untuk pertemuan bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Maluku.

“Sebelumnya kita sudah wacana kesana, namun belum terlaksana karena kita masih fokus dengan APBD Perubahan. Tetapi kita sudah agendakan rapat bersama BKD untuk membahas hal ini,”pungkasnya.

Pos terkait