Rawan Banjir, BPJN Maluku Diminta Sikapi Keluhan Masyarakat Dusun Air Biaya SBB

Anggota DPRD Maluku, Hatta Hehanussa

Ambon, MalukuPost.com –¬†Masyarakat Di Dusun Air Buaya, Desa Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) masih dihantui dengan persoalan banjir.

Bahkan dalam bulan September lalu, sudah tiga kali terjadi banjir, sehingga berdampak terhadap pemukiman dan sarana ibadah.

Bacaan Lainnya

Peristiwa ini sudah terjadi cukup lama sejak tahun 2009, saat jembatan yang berada di Dusun Air Buaya diperbaiki oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XII Maluku.

Sebelum diperbaiki, jembatan memiliki ukurannya cukup besar dan luas, namun ketika dibangun jembatan baru justru lebih kecil sehingga kampung mereka selalu dilanda banjir.

Persoalan ini telah disampaikan ke pemerintah dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Maluku dan Kabupaten SBB serta Balai Wilayah Sungai Maluku dan BPJN XII Maluku di Ambon, namun tidak direspon. Alhasil, masyarakat sempat memblokade jalan sebagai bentuk protes terhadap pemerintah.

Menyikapi hal tersebut, Anggota Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Hatta Hehanussa mendesak BPJN XII Maluku untuk segera memperbaiki jembatan yang menjadi penyebab terjadi banjir di Dusun Air Biaya, Desa Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

“Dampak banjir itu akibat utama gorong-gorong terlalu kecil, tidak mampu menampung debut air. Gorong-gorong itu berada di bahu jalan nasional, untuk itu kita minta kepala balai segera memperbaiki hal tersebut,” desak Hehanusa kepada wartawan di rumah rakyat, Karang panjang, Ambon, senin (03/10/2022).

Menurutnya, persoalan yang terjadi di Dusun Air Buaya harus segera direspon BPJN, kalau tidak masyarakat akan selalu menjadi korban.

“Bayangkan tanggal 29 september lalu hujan yang turun kurang lebih 1 jam sudah mengakibatkan puluhan rumah terdampak banjir yang cukup deras, dan banjir terus membawa material cukup banyak, dan rata-rata seluruh rumah terendam banjir material. Kalau tidak diperbaiki, maka selamanya masyarakat akan menjadi korban,”pintanya.

Pos terkait