Atapary : Belajar Tatap Muka Kebijakan Pemda

Kwtua Komisi IV DPRD Maluku, Samson Atapary
Kwtua Komisi IV DPRD Maluku, Samson Atapary

Ambon, Malukupost.com – Sampai saat ini proses belajar mengajar di beberapa daerah, termasuk Ambon belum dilaksanakan, masih menggunakan sistim daring.

Untuk itu, beberapa kalangan menilai di tahun 2021 belajar tatap muka sudah seharusnya dilaksanakan.

Bacaan Lainnya

Menyikapi hal ini, Ketua Komisi IV DPRD Maluku, Samson Atapary, mengatakan proses belajar tatap muka merupakan kebijakan dari masing-masing pemerintah daerah.

“Sebelum Pandemi Covid-19 selesai pasti belajar tatap muka tidak membuka ruang 100 persen seperti keadaan normal. Namun semua itu dikembalikan ke daerah, kemudian daerah kembalikan ke sekolah dengan orang tua murid, dan pasti tidak mungkin kelas isi 30 murid kemudian masuk semua, kan tidak mungkin,”ungkap Atapary kepada awak media di kantor Gubernur, kemarin.

Menurutnya, rencana ini sudah dibahas dalam rencana kerja pemerintah daerah (RKPD), sehingga menjadi atensi dari Dinas Pendidikan, namun tentu harus berkoordinasi dengan tim Covid-19 kabupaten/kota.

Ditanya apakah perlu simulasi sebelum proses belajar tatap muka, menurutnya hal tersebut sudah diterapkan, di beberapa daerah, seperti di Buru, dan Buru Selatan.

“Untuk kota Ambon, yang kita minta agar tingkat SMA/SMK sudah harus jalan, karena daya nalar mereka sudah tinggi, yang paling rentan PAUD/TK, SD, dan SMP, susah untuk menjelaskan, karena tetap akan terjadi kerumunan, dan itu yang memang harus dilakukan simulasi,”pungkasnya.

Ditempat yang sama, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Insun Sangadji, mengatakan sesuai surat keputusan bersama (SKB) 4 Menteri, belajar tatap muka tergantung pemda, karena lebih tahu apakah daerah sudah bisa melaksanakan tatap muka atau tidak.

“Misalnya, kalau dengan berbagai masalah orang tua murid tidak mau anak belajar dari rumah, berarti pemerintah harus berpikir seperti apa,”ucapnya.

Yang jelas sebagai Kepala Dinas, dirinya akan memeriksa semua sekolah apakah sudah siap atau belum menjalankan belajar tatap muka.

“Nanti kita laporkan kepada Pemda apakah sekolah-sekolah ini sudah siap apa belum,”cetusnya.

Lebih lanjut dikatakan, untuk belajar tatap muka tidak bisa sekaligus, harus bertahap, mungkin ditentukan satu dua sekolah untuk percobaan, sampai semua sekolah.

“Memang tidak bisa sekaligus semua sekolah masuk, itu memang yang di ingatkan dari pusat. Karena kita tidak bisa mengambil resiko kalau semua masuk sekaligus,”tegasnya.

Hal lain yang di pikirkan, yaitu kebijakan Rapid Test, bagi semua siswa sebelum belajar tatap muka.

“Ini memang juga harus dipikirkan oleh pemerintah apakah harus rapid semua anak-anak, apalagi kita tidak tahu anak-anak di rumah kena virus atau tidak. Yang jelas kita masih melihat apa yang harus dilakukan,”pungkasnya.

 

Pos terkait